Gas Langka, Romi Faisal Tantang Kadis Perindagkop Sidak Rumah ASN
Harianupdate.net - Pernyataan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Tebo, Mardiansyah, menjadi sorotan masyarakat Tebo, khususnya warga kurang mampu. Masyarakat menilai kinerja Perindagkop belum maksimal dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya, mengingat tabung gas LPG 3 kilogram merupakan kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang terjadi belakangan ini dinilai semakin menyulitkan masyarakat. Warga harus berupaya keras untuk mendapatkan tabung gas bersubsidi tersebut, bahkan tidak jarang harus berkeliling dari satu tempat ke tempat lain karena stok di pangkalan maupun pengecer kosong.
Ironisnya, meskipun gas 3 kilogram berhasil didapatkan, harganya justru melambung tinggi. Di wilayah pusat Kota Tebo, harga gas 3 kilogram dilaporkan mencapai Rp25 ribu hingga Rp40 ribu per tabung, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Menanggapi kondisi tersebut, sejumlah warga seperti Romi Faisal pada Senin (26/01/26) menyampaikan keluhan dan kekecewaan mereka. Mereka meminta Dinas Perindagkop Kabupaten Tebo tidak hanya menyampaikan pernyataan soal harga, tetapi benar-benar turun ke lapangan untuk melihat kondisi yang dialami masyarakat.
Warga juga mendesak agar Perindagkop melakukan pengawasan ketat dan intensif terhadap pangkalan maupun pengecer gas LPG 3 kilogram. Mereka berharap dinas terkait tegas dalam menangani dugaan permainan dan mafia gas di lapangan, sehingga pendistribusian gas bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan dapat dirasakan oleh masyarakat yang berhak.
Lebih lanjut lagi Romi Faisal,menyebutkan lakukan sidang ke rumah - rumah ASN harus dipastikan Setiap rumah ASN memiliki gas tabung ukuran 10 kilogram minimal, (fr)
