7 Dana Desa Ditarik Kepusat, Kades Harus Dilarang Nyalon , Kata Romy faisal
Harianupdate.net – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026 di Kabupaten Tebo, sorotan tajam diarahkan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD). Pasalnya, terdapat tujuh desa di Kabupaten Tebo yang dana desanya ditarik kembali ke pemerintah pusat, diduga akibat persoalan tata kelola dan administrasi yang bermasalah.
Kondisi ini dinilai sebagai tamparan keras bagi PMD Kabupaten Tebo, yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pembinaan, pengawasan, dan pengendalian pemerintahan desa. Publik menuntut PMD tidak bersikap lunak dan harus bertindak tegas agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Tokoh pemuda Kabupaten Tebo, Romy Faisal, dengan tegas mengecam tujuh kepala desa yang dana desanya ditarik ke pusat tersebut. Ia menilai, kegagalan mengelola dana desa adalah bentuk ketidakmampuan kepemimpinan yang tidak pantas diberi kesempatan kembali.
Menurut Romy, memberi ruang kembali kepada kepala desa yang bermasalah hanya akan mencederai semangat reformasi desa dan merugikan masyarakat.
Ia meminta PMD Kabupaten Tebo bersikap tegas dan berani, termasuk dengan memberikan rekomendasi larangan pencalonan bagi kades yang gagal menjalankan amanah.yang lebih Romy juga menekankan bahwa Pilkades serentak 2026 harus menjadi momentum perbaikan tata kelola pemerintahan desa di Kabupaten Tebo, bukan sekadar rutinitas lima tahunan tanpa evaluasi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PMD Kabupaten Tebo belum memberikan pernyataan resmi terkait sikap mereka terhadap tujuh kepala desa yang dana desanya ditarik ke pusat tersebut. Masyarakat kini menanti, apakah PMD akan berpihak pada kepentingan rakyat atau justru melindungi kegagalan kepemimpinan desa.(fr)
