Proyek Senilai 953 Yang Dikerjakan CV Anugrah Menjadi Sorotan
Harianupdate.net - Pembangunan jalan poros rigid beton di Desa Tuo Ilir Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo menuai protes keras dari warga setempat Kamis, (17/9/2026).
Proyek senilai Rp 953 juta yang dikerjakan oleh CV Anugrah tersebut ditemukan sudah mengalami keretakan, padahal baru sehari selesai dicor dan belum diserahterimakan.
Jalan sepanjang 450 meter dengan lebar 4 meter dan tinggi 20 centimeter itu merupakan akses utama mobilitas antar-desa sekaligus jalur pengangkutan hasil panen sawit warga dengan beban kendaraan mencapai 12 ton.
Warga menduga pengerjaan proyek dilakukan asal jadi sehingga memicu keretakan di sejumlah bagian bahu jalan sebelum sempat dilintasi kendaraan.
"Baru sehari dicor. Kami minta keretakan itu segera diperbaiki. Belum dilewati saja sudah rusak, apalagi kalau nanti sudah ada beban," ujar salah seorang warga setempat.
Selain kualitas fisik bangunan yang cepat rusak, warga juga menyoroti ketidaksesuaian spesifikasi teknik pengerjaan.
Pembangunan jalan poros tersebut dinilai menggunakan spesifikasi jalan lingkungan yang daya tahannya berada jauh di bawah kapasitas beban kendaraan pengangkut sawit.
Polemik spesifikasi material ini dilaporkan telah terjadi sejak awal pengerjaan. Warga sempat meminta pelaksana proyek memasang besi behel ukuran 10 inci, namun pihak kontraktor tetap menggunakan besi ukuran 6 inci dengan alasan keterbatasan anggaran.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat mendesak dinas terkait untuk segera turun ke lapangan dan meninjau ulang pengerjaan proyek.
Warga menuntut perbaikan menyeluruh agar anggaran negara hampir Rp1 miliar tersebut tidak terbuang sia-sia dan jalan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.(fr)
