Warga Tuo Ilir Tebo Protes Pembangunan Jalan Poros, Dinilai Tak Sesuai Spesifikasi
Harianupdate.net - Pembangunan jalan poros di Desa Tuo Ilir, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, menuai protes dari warga setempat.
Proyek yang menelan anggaran hampir Rp1 miliar tersebut diduga salah sasaran karena dibangun menggunakan spesifikasi jalan lingkungan.
Warga mengeluhkan ketidaksesuaian spesifikasi ini mengingat jalan tersebut merupakan akses utama mobilitas masyarakat sehari-hari antar desa, termasuk untuk mengangkut hasil panen sawit dengan beban kendaraan hingga 12 ton.
Sementara itu, ketahanan jalan yang dibangun berada jauh di bawah kapasitas beban tersebut.
"Ini jalan poros, kenapa justru dibangun dengan spesifikasi jalan lingkungan? Tentu kekuatan dan spesifikasinya sangat berbeda," kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya Selasa (15/9/2026).
Ia menilai, pembangunan yang tidak sesuai peruntukan ini berpotensi merugikan keuangan negara karena daya tahan jalan dipastikan tidak akan bertahan lama.
"Percuma dibangun kalau tidak tahan lama, ini terkesan membuang anggaran," katanya.
Sorotan warga juga tertuju pada material konstruksi yang digunakan. Warga sempat meminta agar pembangunan menggunakan besi behel ukuran 10 inci, namun pihak penyedia hanya memasang besi ukuran 6 inci.
Menurut warga, perdebatan dengan pihak pelaksana dari Kabupaten Tebo sudah terjadi sejak awal perencanaan.
Permintaan warga terkait penggunaan besi 10 inci ditolak oleh pelaksana dengan alasan keterbatasan anggaran.
Bahkan, warga mengklaim pihak pelaksanaan sempat mengancam akan memindahkan alokasi anggaran tersebut ke desa lain jika warga tidak menerima keputusan yang ada.
Warga meminta dinas terkait untuk meninjau kembali pengerjaan proyek tersebut agar fasilitas publik yang dibangun benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.(fr)
