Mursalin Tokoh Masyarakat Desa Pagar Puding Sebut, Proyek Pekerjaan Senilai 20.4 M, Milyar Mulai Terlihat Retak
Harianupdate.net - Selepas 10 hari di nyatakan selesai olelh PPK pada BPBD meski telat sehari dari kontrak yang telah di sepakati, proyek pekerjaan pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) atau turap, tanggul penahan sungai yang berada di desa Pagar Puding Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, hibah dari BNPB tahun 2025 senilai Rp20,4 milyar kondisi cor reged betonnya mulai pecah atau retak.
Hal ini di ungkap oleh Mursalin tokoh masyarakat desa Pagar Puding juga anggota DPRD Tebo, sebut berdasarkan laporan dari warga setempat, bahwa baru 10 hari setelah pengerjaan selesai, oleh rekanan pemenang tender proyek dari pulau bintan bestari (PT PBB) kerja sama operasi (KSO) dengan selaras restu abadi (PT SRA), kondisi badan jalan reged beton sudah mengalami retakan panjang, Sabtu 10 Januari 2025.
Dikatakan Mursalin, bahwa diketahui saat pengecoran jalan reged beton waktu itu memang sedang dalam kondisi hujan. Selain itu semestinya pemadatan tanah di lakukan menggunakan compact tapi sepertinya hanya formalitas saja, terlihat ketika hujan lebat kondisi struktur tanah bergerak seperti kurang padat.
” Selain itu jelas Mursalin, struktur jalan seperti beton dasar yang tebal 10 cm itu cuma sekedar formalitas di pinggir, kelihatan jelas antara jalan dan bahu jalan yang retak,”tegasnya.
Mursalin, menambahkan belum lagi pekerjaan beton yang seharusnya di lakukan finishing tidak di lakukannya. Pokoknya kacau dah pengerjaannya tidak sesuai dengan anggaran yang habis dengan fakta di lapangan,”ucapnya kecewa.
Dengan kondisi tersebut, saya berharap agar komisi III DPRD Tebo dapat kembali untuk inspeksi turun ke lapangan.(fr)
