BREAKING NEWS

Panitia Nafal Cup III Desa Penapalan, Klarifikasi Insiden Yang Terjadi Dalam Pertandingan


Harianupdate.net – Panitia Turnamen Nafal Cup III Desa Penapalan, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi dalam pertandingan babak delapan besar pada Rabu (26/8/2026).

Turnamen Nafal Cup III digelar sebagai ajang silaturahmi masyarakat sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Panitia menegaskan, informasi yang beredar di media sosial terkait insiden pertandingan tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Pada pertandingan pertama babak delapan besar, Garuda Sakti FC berhadapan dengan Asap Ilegal FC. Pertandingan berlangsung dengan aman dan berakhir dengan kemenangan Garuda Sakti FC dengan skor 2-0.

Sementara itu, pada pertandingan berikutnya mempertemukan BOS JN FC melawan Beringin FC atau Pulau Pauh. Pertandingan sempat berjalan normal dengan skor 0-0.

Memasuki sekitar 10 menit pertandingan, terjadi komunikasi antara pemain kedua kesebelasan yang kemudian berujung pada pelanggaran keras. Wasit kemudian mengambil tindakan dengan memberikan kartu merah kepada salah seorang pemain yang merupakan kapten Beringin FC/Pulau Pauh.

Namun, keputusan tersebut tidak diterima oleh pemain bersangkutan sehingga terjadi gesekan antarpemain kedua kesebelasan. Situasi kemudian semakin memanas setelah seorang suporter yang belum diketahui identitasnya masuk ke dalam lapangan tanpa izin dari wasit maupun panitia.

Melihat kondisi tersebut, panitia bersama tim keamanan langsung bergerak cepat mengendalikan situasi. Personel dari Polsek Tengah Ilir yang berada di lokasi turut membantu mengamankan lapangan sehingga situasi dapat kembali kondusif.

Setelah keadaan terkendali, panitia memfasilitasi pertemuan antara kedua manajer kesebelasan dengan didampingi pihak keamanan. Pertemuan tersebut dilakukan untuk mencari solusi agar pertandingan dapat dilanjutkan, mengingat masih terdapat sisa waktu sekitar 10 menit.

Namun, masing-masing pihak menyatakan tidak bersedia melanjutkan pertandingan dengan alasan khawatir terjadi kembali kesalahpahaman atau gesekan di lapangan. Pihak manajemen Beringin FC/Pulau Pauh kemudian meminta agar kedua kesebelasan didiskualifikasi.

Panitia selanjutnya berkoordinasi dengan Askab PSSI Kabupaten Tebo. Berdasarkan arahan dan ketentuan yang berlaku, kedua kesebelasan akhirnya diberikan sanksi diskualifikasi.

Ketua Panitia Nafal Cup III, Gusrianto, kemudian menghentikan sementara pertandingan hingga adanya keputusan lebih lanjut terkait kelanjutan turnamen.

Panitia menyayangkan insiden tersebut karena sejak awal turnamen Nafal Cup III digelar untuk mempererat tali silaturahmi dan memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Panitia juga menegaskan bahwa kejadian tersebut berada di luar dugaan dan bukan merupakan hal yang diharapkan terjadi selama turnamen berlangsung.

Panitia mengimbau seluruh pemain, official, suporter dan masyarakat yang hadir untuk tetap menjaga sportivitas serta keamanan selama pertandingan. Turnamen diharapkan tetap menjadi wadah hiburan dan ajang mempererat persaudaraan masyarakat Desa Penapalan dan sekitarnya.

Panitia juga meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum mengetahui kronologi yang sebenarnya. Klarifikasi ini disampaikan agar persoalan tidak berkembang menjadi informasi yang keliru dan menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.(fr) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar